Semua seakan-akan hanya mimpi, rumah megah berlantaikan batu marmer pilihan dengan lift yang menghubungkannya dengan gerbang utama bangunan megah di bilangan hai-10 madinatu nasr telah menjadi milik penuh KEMASS (keluarga masyarakat Sumatra bagian selatan), betapa kerasnya perjuangan para pendahulu kemass dalam mewujudkan cita-cita memiliki rumah daerah ini, tak terhitung lagi berapa besar pengorbanan mereka dan saat ini semua itu telah tercapai dengan penuh rasa keyuskuran.Masih terngiang dibenak warga kemass saat pertama kalinya wacana rumah limas terlontarkan, dan dibentuklah sebuah tim untuk menggagas dan merumuskan Panitia Pembangunan Rumah Daerah (PPRD) KEMASS pada tahun 2005. Langkah itu semakin nyata saat berlangsungnya akad pembelian rumah tersebut yang dihadiri langsung oleh pemilik rumah Ust. Hasan yang di damping kuasa hukumnya Ust. Asyraf serta dihadiri Kepala Bidang Konsuler Thomas Ardian Siregar serta disaksikan juga oleh para senior KEMASS Mesir. Acara yang berlangsung pada tanggal 17 oktober itu bertempat di KBRI Kairo Garden City dengan penuh nuansa kekeluargaan.
Dan saat ini rumah yang telah dibeli ketika itu telah berubah menjadi istana yang begitu megah, dengan ruang utama yang begitu luas berkapasitas ±500 org. dan telah memiliki studio band lengkap dengan berbagai alat musiknya.
Betapa besar kesyukuran KEMASS dengan di anugrahi Rumah Daerah, dan kesyukuran itu tampak dengan berbagai kegiatan KEMASS yang semakin padat dan berbobot keilmuan dan semakin meningkatnya kekompakan di antara warga KEMASS.
No comments:
Post a Comment